Kamis, 25 Juni 2009

Di Depan Belukar


Di depan belukar itu, kita berjudi dengan masa depan. Siapa yang menuntut kepastian penuh dari sejarah akan mendustai diri sendiri. Selalu ada saat untuk bertindak dan memihak – juga ketika kita menolak untuk bertindak dan memihak.
Tapi pada saat yang sama juga ada saat untuk berdiri agak menjauh. Terkadang dengan ironi, terkadang dengan penyesalan, tapi selamanya dengan kesetiaan: di dunia yang berdosa, pilihan kita bisa salah, tapi tugas tak henti-hentinya memanggil dan politik selamanya meminta. Kita mungkin gagal. Meski demikian, tetap ada yang berharga yang kita perkelahikan

Mungkin Belum Senja


Pada senja yang rapuh. lirih Kau bersuara:
Selamat datang senjaKu..
Aku terisak, sedikit dalam dan berkata:
padahal Kau bilang cita tak seperti senja, selalu redup dan temaram:
lalu, kenapa Kau menuju lingkar mentari merepih diri?
Pada bangku itu, aku teringat
Berdua merantai rembulan agar tak beringsut menjadi pagi
merajutnya menjadi mimpi dengan asa yang koyak
Pada coklat warna yang sama pula, aku terkenang
Sedikit masa yang kita punyai; luruhkan harap yang tergenang
Dan, aku di sini sekarang pada deret bangku yang sama
dalam katedral semestaMu..

Kamis, 21 Mei 2009

Peluh


Pada rentang benang yang kesekian,
tanahmu akan Kubasuh penuh seluruh
dengan peluh yang menjelma hujan.

Agar kau tahu
dalam setiap derai tangis yang pecah
masih ada AKU
yang berdiri di atas pejammu.

Rabu, 20 Mei 2009

Surat untuk Tuhan


Tuhan,
Apakah Engkau sudah menerima sebuah surat
yang telah kutitipkan lewat MalaikatMu?

dalam sujud mendalam,
aku merindukan balasanMu.

Mimpi


Kini kau tuang lagi
bejana mimpi pada suatu pagi
tumpah ruah, merembes dan memercik
pada embun segar termakna..

Lalu pada malam yang mana
kau menjelma menjadi takbir ilusi
saat remah bentang berserak tercecer
di hati bening hadir
nadir..

Agama: Tuhan dan setan


"Kenapa Engkau mengusir Setan dari surgaMu, Tuhan?"
"Sebab ia tidak mau bersujud kepada Adam, ciptaanKu"

"Kenapa kau tak mau bersujud kepada Adan, hei Setan?"
"Sebab aku tak mau bersujud kepada selain kepada Tuhanku"

lalu mulailah saat itu agama terbentuk ..
ada yang menyembah Tuhan,
ada pula yang memuji setan

Adam Hawa


Adakah kita lebih setia dari Adam?
Menyusul Hawa meninggalkan Firdaus menuju ke bumi,
Hanya karena tak mau sendirian di surga?

Adakah kita lebih birahi daripada Adam?
Yang tak bisa sendiri tanpa seorang perempuan,
walau itu berada di surga?

Lalu, adakah suara sebegitu indah dalam benak dan imanmu?
Bukankah Adam telah memilih meninggalkan surga,
Hanya untuk seorang Hawa?

Senin, 04 Mei 2009

Hujan


Aku selalu senang berjalan dibawah hujan,
sebab bersamanya ku sembunyikan air mataku.

Sabtu, 25 April 2009

Milikmulah April


Seperti kepak sayap burung terbang
Megah di selasar bintang,
Camar menjelajah riang
di ufuk lintang di barat menjelang.

Waktu berlabuh tenang; menunggumu ria di gerbang April.
Ku harap saat itu, ku tak temukan engkau sebagai jingga petang di kesumba raya, dalam tiap detik menit.
Yang duduk menatap membatu dalam cakrawala yang bertepi.
Sungguh, engkau pelukis, engkau penulis masa dan kisah.

Yang dengan noktah senyum berpendar, beredar.
Laksana beribu kunang, hingga malamku tak lagi gulita.
Dalamnya, ku temukan ada.


Selamat Ulang Tahun IS 26042009

Susu Ibu


"Katakan padaku, Guru. Unsur apakah yang paling mengendap dalam tubuhku ini?"
"Susu ibumu ..."

"Lalu?"
"Susu ibumu ..."

"lalu? unsur apa lagi?"
"Susu ibumu .."

"Cuma itu?"
"Setelah itu baru susu yang dibeli bapakmu".